#LombokTrip2021 - Part 1: Selamat Datang di Nusa Tenggara Barat, Oky!

Tidak pernah kepikiran akan keluar kota lagi sejak September 2020 yang menurut saya sedikit drama, ternyata semesta berkata lain, karena saya mendapatkan tiket promo ke Lombok pakai maskapai Air Asia. Bayangkan saja, kalau saya bisa ke Lombok dengan budget tidak sampai satu juta, bukan hanya sampai di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tapi saya bisa tidur di Jambuluwuk Oceano Resort yang ada di Gili Trawangan.

Perjalanan yang sangat mendadak, terlebih saya paling malas untuk merencanakan dari jauh-jauh hari membuat saya dan Annisa benar-benar berangkat modal nekat. Tujuan kami sampai di Lombok hanya mau makan ayam taliwang, dan menghilangkan penat dari dunia pekerjaan.

 

 

Akhirnya, 9 April 2021 kami mendarat di Lombok. Saya masih tidak percaya kalau saya akhirnya pergi liburan lagi. Kami anaknya malas ribet, jadi dari Bandara ke RM Kania pakai GrabCar, begitupun saat kami ke Pelabuhan Bangsa dari RM Kania. Waktu kami berjalan ke meeting point dengan driver, sepanjang jalan banyak travel dan bus yang menawarkan transportasi dari bandara ke Pelabuhan Bangsal, loh. Jadi kalau kamu tidak ada rencana city trip di Lombok, bisa langsung naik transportasi tersebut, ya.

“Sebelum ke Gili Tarawangan, kita harus makan ayam taliwang dulu, Nis” kataku kepada Annisa yang langsung diiyakan, setelah kami tanya sana sini sebelum ke Lombok, pilihan kami jatuh ke RM Kania yang disebut sebagai salah satu ayam taliwang terenak di sana.

 

 

Sejujurnya saya baru pertama kali makan ayam taliwang, jadi semacam kaget waktu lihat ayamnya kecil banget. Ternyata, yang bikin khas dari ayam taliwang adalah terbuat dari ayam kampung yang masih muda, sekitar tiga atau lima bulan. Karena masih muda jadi daging dan tulang ayamnya masih empuk banget, ditambah bumbu rahasia yang bikin rasa ayam taliwang jadi tambah kaya, dan tentu tidak lupa sambalnya yang sangat pas dilidah.

Karena kondisi wisatawan yang tidak sebanyak sebelumnya, jadi untuk kapal penyebrangan dari Pelabuhan Bangsal ke Gili Tarawangan harus menunggu sampai kuota penumpangnya cukup. Beruntungnya, saat kami sampai hanya menunggu beberapa penumpang saja. Ternyata waktu penyebrangan juga tidak lama, seingat saya tidak sampai 30 menit kami sudah sampai di Gili Tarawangan.

Seperti waktu ke Bali bulan September 2020, saat saya menginjakan kaki di Gili Trawangan langsung bilang, “Sepi banget dan banyak yang tutup, Covid-19 benar-benar, ya” asli sesedih itu. Apalagi saya belum pernah datang sebelumnya, tapi lihat penginapan dan tempat makan pada tutup rasanya hancur banget, Mba.

 

 

Tapi, kabar baiknya selama main di Pantai serasa milik sendiri, karena hanya saya dan Annisa yang ada di sana. Jadinya tidak ada acara foto bocor, kan? Asyiknya lokasi Jambuluwuk Oceano Resort langsung pantai depannya, meskipun kami harus berjalan dari sejauh 2 KM dari Dermaga kedatangan. Tenang, untuk kamu yang tidak suka jalan kaki, di sana bisa sewa sepeda ataupun naik delman yang orang Lombok bilangnya Cidomo, ya. Karena kami sewa delman waktu mau pulang, soalnya kami sudah tidak punya tenaga untuk jalan kaki.

 

 

Satu janji saya sama Lombok, kalau semua sudah normal kembali, saya akan datang lagi. Karena sebagus dan seramah itu kota Lombok, sayapun penasara mau explore Gili lainnya, tidak lupa untuk melihat keindahan bawah lautnya. Jadi, siapa yang mau ikut saya ke Lombok lagi?

9 comments

  1. Whoaa, senangnyaaa bisa menikmati Lombok yg sepiii, tenang kayak gini
    ini sih beneran relaxing banget ya Kak
    Kapan2 daku perlu coba jugaaa

    ReplyDelete
  2. iya campur aduk ya. satu sisi "enak" karena sepi jadi bisa leluasa, satu sisi kasihan juga krn perekonomian menurun bagi warga. Apapun itu, corona go away dah, smoga semua kembali beraktivitas normal.

    ReplyDelete
  3. Ya ampun liat pantai Lombok jadi makin pengen banget deh kesana. Semoga bisa kesana juga bersama keluarga.

    ReplyDelete
  4. Mau ikooott hehe
    Iya Lombok memesona, kalau lebih dibangun lagi bisa jd beneran Bali kedua krn pantainya jg msh mirip2 ya mas?
    Semoga ada kesempatan juga nih ke Lombok, ngiler ngrasain ayam taliwang asli bikinan org sana :D

    ReplyDelete
  5. Keramahan Lombok memang luar biasa. Saya merasakannya. Dulu tinggal di hotel lokal, dan bahkan truk boleh dititipkan di halaman rumah pribadi. Ini belum termasuk semua UKM yang kami datani.

    ReplyDelete
  6. Dududu aku mau ikutttt, dulu aku ke gili trawangan itu pas hamil, ngidam pengen ke lombok. Jadinya di kabulkan kesana tapi namanya hamil ya gak bisa pecicilan. Janji suatu hari bakal kesana lagi dan main air sepuasnya

    ReplyDelete
  7. duhhh kak Oky sudah traveling, pasti menyenangkan sekali bisa menikmati suasana lebih dalem karena lebih senyap. menyenangkan ya

    ReplyDelete
  8. Lombok juga memiliki tempat khusus di hatiku.
    Keindahan alamnya dan kenangan bersama si dia ((ihiii, hahhaa...ga ada deenk))
    Aku baru ke Gili Trawangan duluuu...apakabar Lombok?

    ReplyDelete
  9. Saya termasuk gagal move on sama Lombok, masih terbayang-bayang betapa indahnya pemandangan pantai-pantainya, saya waktu itu main ke Gili Trawangan, Pantai Pink trus keragaman budaya dan tak ketinggalan kulinernya yang lezat seperti Sate Rembiga, Bebalung dan Kangkung khas Lombok. Semoga pandemi ini lekas berakhir agar dunia pariwisata Indonesia kembali bangkit aamiin.

    ReplyDelete