Pusing - Pusing di Ipoh, Malaysia

Waktu saya bilang kalau saya mau ke Ipoh, teman-teman saya bilang, “Ipoh? Dimana itu?”, “Emang di sana ada apa?, atau “Kok bisa kepikiran untuk ke sana?”. Saya hanya bisa bilang, kalau saya sangat suka dengan Malaysia. Dan, liburan ke Malaysia masih masuk di-budget saya, bukan hanya biaya hidupnya, tiket pesawatnya pun termasuk murah. Kemarin saya mendapatkan tiket pesawat pulang pergi seharga Rp740.000,- dengan maskapai Air Asia, untuk pembelian enam bulan sebelum keberangkatan.


Waktu saya membeli tiket pun, saya belum kepikiran untuk pergi ke Ipoh, niat saya mau ke Melaka dan Kuala Lumpur. Alasannya? Saya suka dengan suasana Melaka, tapi takdir berkehendak lain. Setelah saya membeli tiket, salah satu Vlogger kesayangan saya update Vlog waktu dia ke Ipoh, tanpa pikir panjang saya langsung memutuskan untuk ke sana.



Fyi, saat saya ke Ipoh dari KLIA 2 menempuh perjalanan lima jam dengan bus, sedangkan dari Ipoh ke Kuala Lumpur saya habiskan tiga jam perjalanan dengan kereta api. Kenapa saya pilih naik bus? Pertimbangan saya, saya harus ke KL Sentral dulu dari bandara, sedangkan kalau saya naik bus bisa langsung dari KLIA 2. Berikut perhitungan biaya yang saya habiskan:

Menurut saya, masih lebih murah kalau kamu naik bus dari KLIA 2 dibandingkan naik kereta dari KL Sentral ke Ipoh. Kalau dari hitungan memang lebih murah kereta, tapi ingat kamu harus naik bus dari KLIA 2 ke KL sentral yang menghabiskan biaya 12 RM dengan lama perjalanan sekitar satu jam. Jadi, totalnya kamu menghabiskan empat jam perjalanan dengan biaya 48 RM saat naik kereta ke Ipoh.

Berapa lama kamu di Ipoh, Ky?

Saya hanya dua malam di Ipoh, cukup? TIDAK PEMIRSA! Karena saya sangat suka dengan Ipoh, kotanya tenang, penduduknya masih termasuk ramah untuk saya, dan makanannya enak-enak. Masih ada beberapa tempat yang mau saya datangi kalau ada rezeki untuk kembali ke sana.



Perjalanan saya kali ini tetap besama Aris dan Vira, dengan tambahan Fitri yang mendadak ikut. Senangnya saya saat pergi dengan mereka adalah, karena kita satu visi dan misi. Iya, untuk kuliner semata, serta mencari pengalaman yang bisa dijadikan konten sosial media kami.

Kami tiba di Ipoh malam hari yang menghabiskan lima jam perjalanan, membuat hari pertama kami di Malaysia hanya capai di jalan saja saudara saudari. Makanya, setiba kami di penginapan, hanya kita pakai untuk mencari makan dekat penginapan saja. Karena rasa lapar yang melanda, kamipun mencari makan yang terlihat oleh mata, padahal kami sudah makan Subway di KLIA 2, lho! Haha.

Tempat yang Saya Datangi Selama di Ipoh


Awalnya saya sudah bilang kalau tujuan saya ke sini untuk pergi kuliner, tapi tidak ada salahnya kalau kami mendatangi salah satu tempat wisatanya, ya. Lumayan untuk menambah konten, dan salah satu tujuan yang kami datangi adalah Kellie’s Castle. Jarak dari hotel saya ke Kellie’s Castle tidak begitu jauh, kami ke sana menggunakan Grab dengan biaya yang tidak mahal karena dibagi empat orang. Perlu diperhatikan kalau Ipoh cuacanya lebih panas dibandingkan Kuala Lumpur, jadi siapkan baju ganti saat ke sana. Apalagi niat kamu di sana untuk foto-foto, dan jangan lupa pakai sunscreen, ya!






Setelah puas foto-foto di Kellie’s Castle, akhirnya kami memutuskan untuk beli tiket kereta api untuk ke Kuala Lumpur dari Ipoh. Bila kalian bertanya-tanya kenapa saya tidak pesan lewat internet, karena sudah saya coba tapi tidak berhasil-hasil, akhirnya memutuskan untuk beli langsung saja. Dan, salahnya kami tidak langsung pesan dari Pagi (padahal Stasiun kereta api dengan hotel kami dekat), akhirnya sudah banyak tiket dengan jam yang bagus habis. Kamipun harus terpaksa membeli tiket kereta api di jam yang pagi banget.


Karena kami harus ke Kuala Lumpur besok pagi banget, akhirnya kami puas-puasin jalan-jalan di Ipoh, untungnya sekitaran stasiun kereta api banyak tempat yang bagus untuk foto-foto. Kami masih bisa melihat tempat dengan gedung-gedung seperti di Eropa, mural, dan gedung warna-warni. Sekali lagi, lumayan untuk foto-foto yang akan tayang di Instagram.

 
 



Sepengalaman saya pusing-pusing di Ipoh, Malaysia adalah kota kecil yang kemana-mana saya habiskan dengan jalan kaki ataupun pakai Grab. Itu pun tidak begitu jauh, ya, seperti baru duduk eh sudah sampai lokasi. Dan, jarang sekali ada transportasi umum selain taksi yang saya lihat, bahkan taksi pun jarang, sih. Bila dibandingkan dengan Melaka, Ipoh masih lebih ramai, setidaknya menurut saya.

2 comments:

  1. oke ky note dulu Ipohnya
    apalagi kalo soal kulineran, makin penasaran

    ReplyDelete
  2. Waktu ke Melaka foto sama mural terus ada temen yg bilang di Ipoh lebih banyak dan bagus ternyata bener *_*

    Ribet juga klo ga ada kendaraan umum. Naik grab nanggung cuma bentar tp klo jalan kaki terus jg capek.

    ReplyDelete