Karena yang Berat Bukan Hanya Sekedar Rindu, Dilan!

Tidak tahu kenapa saya bisa cinta sama kota Bandung, padahal kalau dilihat dengan Jakarta tidak jauh beda. Iya, cuacanya lebih bersahabat dibandingkan dengan Jakarta. Untuk urusan lalu lintas sudah hampir sama, apalagi saya kalau ke Bandung seringnya saat akhir pekan. Mungkin juga saya jatuh cinta dengan suasana Bandung yang damai, menurut saya.

Setiap tahun pasti saya ada saja alasan untuk kembali ke Bandung, sampai ada yang suka bertanya-tanya apakah saya punya mantan orang Bandung? Oh tentu saja tidak. Alhamdullilah saya belum pernah mempunyai hubungan yang spesial dengan orang Bandung, kecuali hubungan dengan kuliner Bandung yang maha dahsyatnya. Bukan hanya kuliner, sih, beberapa pakaian kesayangan saya juga asli merek Bandung.

Dan, beberapa waktu belakangan social media saya dipenuhi dengan quotes dari salah satu penulis asal Bandung. Selayaknya orang Bandung, quotes Pidi Baiq memang ajaib banget, saya yang awalnya tidak rindu Bandung bisa menjadi rindu. Tidak menunggu waktu lama sampai akhirnya saya mencoba membaca novel Pidi Baiq yang berjudul Dilan 1990.

Setiap membaca isi dari novel tersebut saya hanya bisa mengangkat alis, karena latar belakangnya tentang percintaan anak SMA yang sejujurnya tidak saya miliki. Satu hal yang membuat saya jatuh cinta akan novel Dilan 1990 adalah cara Pidi Baiq mengambarkan suasana Bandung di tahun tersebut dengan sangat baik dan juga detail.

Tidak menunggu waktu lama juga sampai akhirnya ada kabar kalau novel tersebut akan difilmkan, karena saya anaknya menerima saja dengan hasil novel yang difilmkan jadinya tidak ikutan protes waktu tahu yang jadi Dilan adalah Iqbaal Ramadhan. Itu yang pada protes juga karena tahu kalau Iqbaal Ramadhan pernah tergabung dalam boy band Cowboy Junior. Iya, kan? Lagian ngana pikir siapa yang lebih pantas jadi Dilan? Saya? Reza Rahadian? Atau Nicholas Saputra? YA KETUAAN MALIIIIIH!

Penantian pun tiba, dimana rumah produksi dari Film Dilan 1990 ini mengeluarkan trailers-nya, dan sayapun hanya bisa bilang…
.
.
.
ANJIRLAH! Tidak sesuai dengan bayangan saya selama ini. Akutu gak bisa diginiin!!! *geret Pidi Baiq*

Terkadang, kalau sudah sayang mau tampilannya seperti apa tetap saja sayang, ya. Selayaknya rasa sayang, meskipun melihat trailers-nya yang seperti itu tetap saja saya pergi ke Bioskop untuk menonton filmnya. Untungnya ada Vanesha Prescilla yang ketolong dengan wajah cantiknya, jadi mau tidak mau memang pantas memerankan Milea.

Akhirnya, hari kamis tanggal 25 Januari 2018 film Dilan 1990 tayang juga di Bioskop. Meskipun tidak ada teman, saya tetap dengan sangat percaya dirinya untuk menonton film ini sendirian. Film yang diawali dengan suara dari Milea Adnan Hussain yang sudah dewasa, membawa saya akan suasana Bandung tahun 1990 yang menurut saya masih terlalu modern untuk ukuran tahun 1990, menurut saya, walaupun saya tidak tahu juga Bandung tahun 1990 itu seperti apa, karena pada tahun tersebut saya masih tersimpan dengan baik di dalam testis Bapak saya. 

Seperti yang saya katakan di awal, kalau saat membaca novelnya saya merasa biasa saja, entah kenapa waktu saya melihat filmnya saya jadi senyum-senyum sendiri. Menurut saya Iqbaal Ramadhan sangat menjiwai karakter Dilan, apalagi di salah satu adegan yang tidak bisa saya sebutkan di sini, nanti dikira spoiler. Kalau mau tahu adegannya apa langsung hubungi saya di nomor whats app saya, ya. Sebenarnya mau saya spoiler atau tidak, kamu para pembaca novelnya pasti sudah tahu jalan ceritanya, kan? Tapi ada satu adegan dimana Milea dan Bunda sedang berbincang-bincang di dalam mobil, ya ampun itu kelihatan banget kalau tidak asli di dalam mobil. Kesal akutu.

Karena masyarakat Indonesia sangat heboh dengan gombalannya Dilan, jadi berikut adalah beberapa kuitpan gombalan dari Dilan yang saya ambil dari sini untuk saya komentari.


Duh, Dilan! Untungnya kamu masih sekolah, coba kamu sudah bekerja! Karena...
.
.
.
kamu belum merasakan beratnya kalau atasan sudah menanyakan target yang belum tercapai. Berat, Dilan! Berat. Oky Maulana, 25 tahun, Account Executive.


DILAAAAAN! Kamu harus meraskaan bagaimana rasanya nangis di saat kamu sudah bekerja dengan sungguh-sungguh tapi mulut bos kamu mengucapkan "Lo dari pagi ngapain aja, sih? Masa kerjaan gini aja gak kelar-kelar" atau ngana punya klien yang minta dikirimkan preview  materi revisi iklannya di saat klien mengirimkan feedback materi revisi iklannya jam 2 Siang tapi jam 3 Sore sudah menagih preview-nya dengan alasan "Masa preview materi begitu aja lama, kan cuma minta logonya aja yang dibesarin dikit?"

KARENA TIDAK SEMUA KLIEN PAHAM KALAU RENDER MATERI ITU TIDAK SEBENTAR! DAN, TIDAK SEMUA BOS PAHAM KALAU MULUT MEREKA LEBIH PEDAS DARIPADA SAMBAL SETAN, DILAN!


Dilan, pusing bukan karena perkara mnegisi TTS saja, ya. Karena ada sebagian masyarakat yang percaya kalau pusing itu hanya milik mereka yang sudah menikah. Untuk kamu yang masih pacaran, atau bahkan masih sendiri tidak berhak untuk pusing. Apalagi kalau kamu pusingnya setelah naik kemidi putar. Pokoknya kamu tidak berhak pusing, yang berhak hanya mereka yang sudah menikah.


Banyak yang bilang kasihan sama Milea karena dicintai akan kecantikannya saja. Please, deh, bok! Waktu masih sekolah apa sih yang kamu lihat dari gebetan? Gajinya? KAN DILAN JUGA MASIH SEKOLAH! Andaikata Milea ketemu Dilan diumur 25 tahun juga pasti melihat Dilan bukan karena gombalannya, tapi bagaimana cara Dilan bisa membuat Milea nyaman. Karena nyaman adalah biang kerok dari segala jenis hubungan anak manusia. Apalagi nyaman dengan nominal tabungan yang dimiliki Dilan sudah lebih dari cukup.


Kalau Dilan hidup di zaman sekarang, alasan dia bilang gitu pastinya karena sering meninggalkan Milea tidur duluan. Iya, kan? Coba di sini siapa yang suka ditinggal tidur duluan gebetan atau pasangannya? Iya, saya.

Selepas dari jalan cerita film Dilan 1990 yang banyak orang suka dan tentunya ada yang tidak suka juga, saya pribadi sangat enjoy waktu menonton film ini. Buktinya saya sudah menonton film ini dua kali dan sepertinya akan ada agenda untuk menonton film ini yang ketiga kalinya. Ingatlah, karena selera ada pada diri sendiri, bukan orang lain. Yuk! Ketemu saya dan Dilan di Bioskop terdekat.

23 comments:

  1. Wahahaha, Dilan anak SMA, jd masalahnya ya cinta2 an aja. Coba kalau udah kerja ya, xixixi

    ReplyDelete
  2. Bahahaha aku ngakak bacanya. Apalagi yang bagian di bold itu loh, astekud, asa teu kudu karena berisi tjurtjol secara nggak langsung ya, hahaha. Aku juga suka kok filmnya, ringan banget tapi hampir kepleset jadi flat kalo nggak ada konfliknya. Iqbaal-nya juga oke memerankannya walopun aku belom baca bukunya. Yah khas pemikiran-pemikiran ringan anak SMA yang beban hidupnya belom berat.

    ReplyDelete
  3. Hahahahha.. kalo bisa Dilan SMA terus aja.. biar gak sibuk mikirin klien dan bos..

    ReplyDelete
  4. Buset, ini gue belum nonton-nonton juga filmnya wkwkwk. Dilan belum ngerasain gimana habis gajian duit langsung habis buat bayar ini dan itu doang. TAIQ

    ReplyDelete
  5. Harusnya kita nonton bareng tuh tanggal 25 januari kmaren. Aku nonton berduaan sama si Mude demi bisa merasakan sensasi Dilan di hari pertama tayang.
    Iya, semua gimana selera. Tiap orang yang ter'dilan'kan (kaya aku) pun alasannya beragam. Enggak semua karena ingin memiliki Dilan atau ingin menjadi Milea.
    Nice point of view. Jadi mau mulis Dilan juga...demi pv ahahahaha

    ReplyDelete
  6. Oky. Kamu nulis di blog sebel nonton dong ah. Hahahaha.

    ReplyDelete
  7. I know that feel bro, disaat kerja keras ente diremehkan, disaat dianggap ga becus. T_T
    Tapi disana ane belajar, ga semua hal harus dimasukin ke hati, ada hal juga yang cukup kacangin ae, biar otak ga mumet wkwkwkkww.

    ReplyDelete
  8. Wkk.. Coba dilan udah kerja ya sist, kasih aja tuh tumpukan deadlinr, apa gak berat rasanya. Bandingin deh berat mana sm rindu.

    ReplyDelete
  9. haahahaa.. sabar ya oky.. orang sabar.. pantatnya lebar :D :D #BercandaDalamDuka

    ReplyDelete
  10. hahhahhaa,......

    eh Ky, tahu ga? Aku tuh senyum-senyum sendiri tiap baca tulisan mas Oky yang ditebalin hahahhahaaa

    ReplyDelete
  11. Diiih...kok kamu yang sewot siih, Ky...
    Salahnyaaa...kenapa kamu jadi pegawai, bukan BOS.
    Kalo jadi BOS, kan bisa bilang..."Lo dari pagi ngapain aja, sih? Masa kerjaan gini aja gak kelar-kelar"


    wkkwkw...ini review film jelas mengundang hawa-hawa provokatif niih...
    Bhai.

    ReplyDelete
  12. Belum nonton film ini sih, ntr2 aja hahaha.
    Malah fokus ke bagian yang berat2 itu, hahaha, bener2 saat SMA kehidupan begitu indah gak mikirin cari duit, kejaan, tanggung jawab, tapi ya semua ada masanya. Org akan dewasa seiring perubahan usia, kalau yang gak berubah ya berarti dia gak bisa move on (komen opo to iki wkwkwk)

    ReplyDelete
  13. saya blm nonton
    blm dapat jam yg pas nih krn bentrok kerja
    malam hari mau ke bioskop udah males
    ini hari mau nonton..moga masih ada tiket
    kemarin cuma liat review aja
    jd penasaran

    ReplyDelete
  14. Aih aku belum nonton dan membaca novelnya. #efektinggaldikampung jadi makin penasaran dengan novel plus filmnya nih. Apalagi baca2 review termasuk review oky yang bikin aku semakin penasaran dgn dilan

    ReplyDelete
  15. Jadi ini ceritanya sedang terDilan-Dilan neh Oki?

    ReplyDelete
  16. Hihihi ternyata Dilan mengganggu Oky juga, tapi bener banget kalau masa pacaran yang terlihat indah-indahnya doang, belum kepkiran bayar cicilan rumah

    ReplyDelete
  17. Gombalan ala 1990 di film dilan kena banget ya kepada penonton yang menonton film tersebut.

    Dilan jaman now kira kira gimana ya mas pasti beda ya cewe cewe jaman skrng ga suka digombalin haha

    ReplyDelete
  18. Hahahaha preeet Oky, aku ngakak guling2 bacanya.
    Ru.du kalah berat dibanding mulut julid si boss sama klien yak hahababa

    ReplyDelete
  19. Aku yakin curcol ini akan sangat berbahaya jika diba oleh klien atu bos kak Oky wkwkwkwkw. Karena badanku sudah berat dan susah untuk bergerak baik kenyang maupun lapar hahahah

    ReplyDelete
  20. Ya...gitu , anak SMA masih suka gombal gombalan..


    Tapi coba deh...buat apa digombalin kali nggak naik pelaminan...

    Seberat-berat rindu adalah rindu Ama istri orang..#eh

    ReplyDelete
  21. Belum sempet aja untuk nonton film ini, beneran penasaran sama gombalan mautnya dilan di film, kira-kira bakalan ngefek ke widya nggak ya, pas nontonya hehehe wkwkwk udah pernah baca bukunya katanya ini dilan memang karakter yang unik banget.

    ReplyDelete