Minum Kopi Cantik di Cafe D'Pakar Bandung.

Saat saya sedang bertemu dengan teman, saya menceritakan niat saya buat jalan - jalan sendirian di Bandung. Tidak pergi ke tempat wisatanya, melainkan pergi ke Coffee shop, atau tempat makan di sana saja.

"Kalau perginya berdua mau?" Tanyanya.


Akhirnya saya dan teman berangkatlah ke Bandung. Tujuan utama kami hanya ke Coffee shop, tentunya Coffee shop yang Instagramable dong, ah.


Awalnya teman saya mengajak ke Armor coffee yang berada di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, tapi sesampainya di sana, ternyata Armor coffeenya sudah pindah lokasi. Zonk, kaks! Padahal ya, waktu saya lihat di Instagramnya Armor coffee, belum ada info perpindahan lokasi, dan salahnya saya tidak double check lagi waktu mau datang.

Setelah mencari tahu sana sini, kalau ternyata Armor coffee pindahnya tidak jauh dari lokasi sebelumnya, tapi karena sudah terbawa perasaan kesal yang mengakibatkan perut menjadi lapar, sayapun mengurungkan niat untuk ke sana. Iya, saya anaknya baperan kaks.


Tidak ada Armor coffee, Cafe D'Pakar pun jadi kaks!

Lho, kenapa jadinya ke sana? Karena saya sudah lapar jawabannya, sedangkan info yang saya baca, kalau di Armor coffee tidak menyediakan makanan berat. Setidaknya saya tetap bisa ngopi cantik sekaligus makan. Iya, kan?


Ada yang membuat saya mau ketawa saat mau masuk ke Cafe D'Pakar, ketawa kenapa? Soalnya disambut dengan "Selamat datang kak, untuk berapa orang? Di sini minimal perbelanjaannya dua puluh lima ribu peroang, ya." Wah, ada minimal perbelanjannya? Untuk tidak ada dress codesnya segala.

Cappuccino.
Nasi Pais D'Pakar.
Martabak Nutella.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, kalau di sini tidak hanya menjual kopi, melainkan ada makanan beratnya juga, tapi masih beratan hidup saya dibandingkan makanannya.

Kalau tidak salah ingat, saya pesan nasi pais D'Pakar dengan minumnya yang saya lupa namanya apa, tentu saja saya ingat rasanya seperti apa. Nasi pais D'Pakar semacam nasi bakar dengan campuran lauk yang sudah teraduk didalamnya, rasanya kaya akan rempah, gurih dilidah, tapi tidak membuat saya kenyang. Sial.


Untuk minumannya biasa saja, karena memang ditempat lain juga ada minuman yang serupa tapi harga tidak sama, ya. Nilai plusnya pemandangan yang sangat memanjakan mata, bukan mata kaki, lho. Sedangkan martabaknya juga biasa saja, karena martabak nutella kan lagi kekinian.

Harga di Cafe D'Pakar lumayan murah kalau menurut saya, karena dengan pemandangan yang luar biasa indahnya, dan pesanan yang lumayan banyak ini hanya menghabiskan sekitar seratus lima puluh ribuan rupiah sudah termasuk pajak.

Harga murah dengan pemandangan yang mewah, kalau di Jakarta bisa mengahbiskan minmal dua lembar uang yang bergambar bapak Proklamator yekan. Bukan begitu pemirsa?

6 comments:

  1. Adem bener view di dpakar ya.. Pas dulu tinggal di bandung aku ga sempet kulineran ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sayang banget! padahal daku pengen banget tinggal di Bandung.

      Delete
  2. Mauuuu ke Bandung ihhh...
    Pankapan, kalo ke Bandung lagi ajak gue dong Ky! Huhu...
    Pemandangannya bikin rileks banget yak!

    ReplyDelete
  3. Suka sama pemandangannya kapan2 kalau ke Bandung bisa ngopi ngopi cantik disana ya

    ReplyDelete
  4. Tempatnya keren, cocok banget buat santai santai sambil ngopi ngopi, dengan pemandangan alam, Instagramable bangett...

    ReplyDelete