Kenapa Social Media Zaman Dulu Berbeda dengan Sekarang?

Kenal dengan social media bukanlah hal yang baru lagi untuk gue, sejak masih berseragam putih biru pun gue sudah berkecimpung di Dunia maya. Berawal dari ajakan teman ke Warnet, dan berakhir dengan membuat sebuah akun di Friendster.com. Tentang keseruan bermain Friendster.com bisa kalian baca di artikel ini, ya.

Social media zaman dulu sangat berbeda dengan sekarang. Kenapa beda? Karena dulu social media bisa membuat gue kenal dengan puluhan bahkan ratusan orang dari segala penjuru Indonesia, dan karena social media juga, gue jadi lebih dekat ke teman-teman dunia maya dibandingkan dengan teman-teman dunia nyata.

Di Dunia maya pun gue akhirnya kenal sama yang namanya komunitas, meski itu kenalnya di Liveconnector.com. Bukan hanya saling berinteraksi di Dunia maya, kitapun sering mengadakan gathering, lho. Seru, kan? Jadinya setiap minggu ada saja orang baru yang gue kenal, dan sampai sekarang kita masih sering ketemu, malah sekarang jadi dekat banget. Terkadang, suka lucu kalau ingat bagaimana pertama kali kita ketemu, disaat tulisan kita mA51h k@y4 g1Ni, lho.

Sekali lagi gue bilang, kenapa social media zaman dulu berbeda dengan sekarang? Karena zaman sekarang, kebanyakan, social media jadi ajang yang gak baik. Di timeline facebook gue isinya kebanyakan berita yang berbau perdebatan antar agama, malah ada yang akhirnya sampai tukar-tukaran kitab. Selain itu, ada juga yang setiap hari updatenya tentang kebencian dia kepada pemerintah. Semua itu belum seberapa, sih, karena ada juga yang update info yang masih belum terjamin kebenarannya. Istilahnya asal re-share doang.

Btw, tentang istilah re-share itu. Sudah banyak, lho, korban dari kalian yang asal re-share. Belum lama ini gue baca juga, dan karena belum terjamin itu benar atau tidak makanya gak mau gue hyperlink di blogpost ini. Inti dari beritanya, sih, kalau kejadian tentang polisi yang memukul driver gojek tersebut hanya kesalahpahaman semata. Adalagi tentang akun yang sering update status tentang penistaan terhadap suatu agama, ternyata akunnya itu di hack, dan keluarga korban sudah membuat pernyataan kalau itu bukan mereka pelakunya. Pelaku aslinya pun sudah diketahui, dan agama pelaku itu ya agama yang dijelek-jelekin di akun tersebut. Iya, gila memang.

Sebenarnya banyak banget sisi baik dari social media ini, yang sisi baiknya malah disalahgunakan oleh orang-orang yang otaknya dijual di Rumah makan Padang. Karena social media bisa kita saling berinteraksi dengan teman sepanjang waktu, bukan hanya teman, dengan idola pun bisa. Saking bisanya, gue pernah nge-mention Choi Siwon menggunkan bahasa Indonesia. Menurut kalian dibalas? Dibaca sama dia juga belum tentu. Karena social media juga jadi banyak pekerjaan, contohnya: Social Media Officer.

Oleh karena itu, ayo kita mempercantik timeline social media kita dengan berteman dengan orang-orang yang memberi pengaruh positive, bukan memberi kita postive hamil, ya. Salah satu akun social media yang dapat mempercantik timeline kalian ya akun social media gue, sudah follow belum? Kok belum, sih, di follow dong!

Facebook : https://www.facebook.com/oky.maulana.9
Twitter : https://twitter.com/okymavlana
Instagram : https://www.instagram.com/okymavlana/

Siapa yang sudah follow? Mention for follow back #eh

9 comments:

  1. setuju, dulu sosial media sosial jadi media untuk kita menambah teman, wawasan, tapi sekarang dijadikan ajang buat pamerrrrr. hhhu

    ReplyDelete
  2. setujuu, dulu media sosial jadi media buat kita nambah teman, nambah waawasan. sekarang? malah jadi media buat pamer-pameran. huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih mending, sih, kalau pamer. Malah bikin nambah musuh -_-

      Delete
  3. Yah namanya juga Facebook :v

    Kalau Friendster dulu nggak ada istilahnya ngeshare ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada juga hahah namanya bilbo, lupa singkatan dari apa lol

      Delete
  4. Hmmm, aku juga mengamati seperti itu. Bahwasanya sekarang tak lagi seindah dulu #halah.
    Bisa jadi karena jumlah pengguna media sosial di zaman sekarang lebih banyak, karena akses ke media sosial juga makin dipermudah oleh jaringan internet GSM dan smartphone. Pas zamannya Friendster kan nggak ada yang seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bisa juga kaya gitu, sih. Hehhe

      Delete
  5. social media gak serame dulu..
    gw skrg yang update itu di IG sama path..
    path juga sejak ada anak2 bpj aja gw update selama ini mah pengamat,,
    FB juga isinya share2 gak jelas,,kadang heran juga itu orang ngeshare gak dibaca dulu beritanya,,,
    twitter yang dulu menyenangkan juga sekrng sepi,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang Twitter jadi ajang curhat gue, Put. Soalnya jarang yang baca wakakak

      Delete